Home Home Featured Wesley Wong Buka-bukaan dalam Wawancara untuk Film “Pacific Rim: Uprising”

Wesley Wong Buka-bukaan dalam Wawancara untuk Film “Pacific Rim: Uprising”

16 min read
0
0
182

“Pacific Rim: Uprising” adalah sekuel yang dinanti-nanti fans dari film blockbuster “Pacific Rim”. Wesley Wong (31) bergabung dengan beberapa aktor utama seperti Scott Eastwood (32), John Boyega (26), dan Charlie Day (42).

Film yang adegannya mayoritas diambil di Australia ini bertempat 10 tahun setelah sekuel pertamanya. Sejak pertempuran besar di tahun 2013, Kaiju tidak pernah muncul, namun itu semua berubah dalam film “Pacific Rim: Uprising”.

Jaegers vs Mega-Kaiju

Tumbuh besar dengan percakapan dalam bahasa Kanton, Wesley harus mempelajari bahasa Mandarin sebelum studi di Beijing Film Academy. Setelah akting dalam beberapa film dan serial, dia dipilih dan didapuk untuk memainkan peran pendukung utama, Kadet Jinhai, dalam film Hollywood, “Pacific Rim: Uprising”.

Kadet Ou-Yang Jinhai

“Pacific Rim: Uprising” adalah debut film Hollywood pertamamu. Apakah ini pilihan yang sempurna di industri film Amerika Serikat?

Bagiku, sekuel ini memiliki ukuran fan base yang lebih besar. Karakter kadet Jinhai menunjukkan sisi-sisi berbeda ku sebagai aktor. Seluruh percakapanku dalam bahasa Inggris, meskipun (di film) saya adalah kadet dari Tiongkok.

 

Poin yang menonjol dari Kadet Jinhai?

Saya adalah penggemar dari sekuel pertama, karena film ini memiliki konsep Jaeger (robot raksasa) yang dikontrol oleh manusia. Konsep ini menarik bagiku. Tidak sama seperti film “Transformers”, dimana mesin hanya seorang teman atau hasil teknologi canggih. Manusia mengontrol Jaeger. Sebagian dari Jaeger adalah manusia. Ini hal yang saya suka, selain itu efek spesial dari film ini sangat memuaskan untuk dilihat.

 

Sebagai pengendali Jaeger, Anda harus memiliki fisik yang baik. Seperti apa Anda berlatih?

Kami telah merilis klip dibalik layar bagaimana proses latihan para kadet. Kami mempunyai pelatih dan ahli nutrisi di lokasi syuting sebelum proses produksi dimulai. Dia adalah Naomi Turvey. Setiap hari Naomi berlatih bersama kami. Dia menjadwalkan latihan berat dan jadwal diet untuk kami. Dan kami harus mengikutinya. Saya ingat momen dimana saya berlatih melebihi batas, hingga ingin muntah. Ada satu adegan penting bagiku, yakni adegan perkenalan para kadet kepada penonton. Saya telanjang dada pada adegan tersebut, dan itu satu-satunya adegan dimana penonton memiliki kesan pertama terhadap para kadet. Saya harus berlatih ekstra keras untuk tampil baik.

Bagaimana pendapat Anda tentang sekuel kedua dibanding yang pertama?

Film kedua ini melanjutkan cerita film pertama yang dibuat Guillermo del Toro. Kali ini tidak ada kadet dan berbagai Jaeger dari belahan dunia. Grup kami datang dari latar belakang dan negara yang berbeda. Saya rasa penonton akan lebih mudah menemukan seseorang yang mereka suka dibandingkan karakter di sekuel pertama. Selain itu, di film kedua, Jaeger yang ditampilkan lebih canggih, dibangung dengan baik, dan ada banyak hal baru yang dimasukkan ke dalam film, dan penonton pasti menyukainya.

 

Pendapat Anda tentang Scott Eastwood dan John Boyega?

Sebelum film dibuat, saya tidak memiliki ekspektasi apapun terhadap mereka. Saya menonton film-film yang mereka mainkan, “Star Wars: The Last Jedi” (John) dan “Suicide Squad” (Scott), tapi setelah bertemu, ternyata mereka sangat, sangat ramah dan menerimaku.

John menemui kami di hari pertama, dan memperkenalkan dirinya sebagai produser. Dia ingin kami memberitahunya jika kami memiliki permintaan, karena dia adalah produser termuda. John akan dapat mengerti kami dengan lebih baik.

Saya berbicara dengan Scott di pesta pembukaan sebelum syuting dimulai. Saya tahu dia menjalani kehidupan yang sehat. Dan Scott juga memperhatikan kondisi fisiknya. Saya bertanya padanya tentang hal tersebut, dan dia memberiku banyak tips untuk menjaga kesehatan tubuh. Saya menghargainya untuk itu.

GIPSY AVENGER

Sebagai aktor, apakah Anda menghadapi tantangan di saat syuting film, yang membutuhkan banyak efek visual?

Sebelumnya, saya berpikir akan ada banyak layar hijau atau biru, dan main banyak imajinasi. Set di lokasi syuting dibangun dengan sangat baik, entah saat kami melawan Kaiju atau bermain-main di dalam com-pods. Sebagai aktor, saya merasa seperti berada di dalam Jaeger. Tanpa perlu banyak imajinasi.

 

Orang tuamu terkenal di Tiongkok, dan memiliki karier yang gemilang. Apakah, dari dulu, Anda memang ingin jadi aktor?

Sebenarnya, tidak. Saat saya bertumbuh, mereka tidak pernah memasukkanku dalam kehidupan pekerjaan mereka. Mereka tidak ingin itu memberi dampak terhadap hidupku. Saya tumbuh seperti anak normal lainnya. Sejak dini saya memiliki passion dalam film dan kartun, jadi setelah selesai studi bisnis di USC, saya menyadari bahwa film mungkin satu-satunya passion dalam hidupku. Karena itu, saya pulang ke Tiongkok, dan belajar akting di Beijing.

 

Mengapa memilih Tiongkok sebagai awal dari karier akting-mu?

Well, orang tuaku menekankan pentingnya mencari passion dalam hidup. Saya telah memikirkan hal itu sejak saya bersekolah. Saya belajar bisnis di USC, Los Angeles, saya juga mencoba magang di beberapa institusi finansial. Saya menyukainya, tapi tidak merasa bahwa (bisnis) adalah passion yang dibicarakan orang tuaku. Dalam percakapan dengan ayahku, dia mengatakan bahwa dia paling menikmati profesi sebagai aktor, dan dia memintaku untuk mencobanya. Saat itu lah saya rasa saya harus mempelajarinya. Karena itu, saya pergi ke Beijing.

Sebutkan satu momen ‘dibalik layar’ yang Anda kenang.

Sebenarnya banyak, tapi jika harus memilih satu, mungkin waktu saya mempersiapkan adegan telanjang dada pada saat perkenalan pertama kadet pada penonton. Sebelum syuting adegan, kami sibuk melakukan pekerjaan masing-masing. Dan hal yang saya lakukan adalah melakukan Inverted Abs Crunch, saya bergantungan dari ranjang bertingkat dan berlatih.

Bagaimana suasana lokasi syuting “Pacific Rim: Uprising”.

Suasana setiap hari sangat menyenangkan. Saya rasa kesenangan ini bersumber dari sutradara kami, Steven S. DeKnight. Dia baik, sabar dan memiliki passion besar dalam film, auranya memberi dampak positif kepada semua orang di lokasi.

Selama syuting 6 bulan, saya tidak pernah melihatnya frustasi atau berbicara dengan suara keras kepada siapapun. Saya bersemangat setiap dalam perjalanan ke lokasi syuting, bahkan ketika saya harus bangun jam 3 pagi atau syuting semalaman, dan tidur di pagi hari. Maksudku, memakai busana pilot dan mengendalikan Jaeger adalah hal terkeren yang pernah saya lakukan dalam hidup.

 

Apa yang Anda lakukan ketika tidak lagi syuting?

Ketika tidak bekerja, saya pasti berlatih keras di gym atau berbelanja bahan-bahan masakan berprotein tinggi di supermarket. Saya hanya bercanda, meski dua hal tadi benar adanya. Ketika tidak syuting, saya menghabiskan banyak waktu dengan rekan aktor lainnya, khususnya aktor pilot Jaeger generasi baru, berkeliling kota Sidney.

Wesley Wong (keempat dari kiri) bersama aktor pemeran ‘Hopeful’, sebutan untuk pilot Jaeger generasi baru. (Foto : Just Jared)

Kami pergi ke pantai Bondi, menyelam, mengunjungi galeri lukisan, dan lain-lain. Saya juga punya teman baik yang dulu bersekolah di Hong Kong, dan saat sekolah menengah dia pindah ke Sidney. Sudah lama saya tidak bertemunya, dan thanks to “Pacific Rim: Uprising” kami bertemu lagi.

Ketika syuting di Qingdao, Tiongkok, kami punya waktu luang sekitar 1 minggu. Ini kunjungan yang pertama bagi beberapa rekanku, mereka ingin pergi ke Beijing dan Shanghai. Karena tidak bisa bahasa Mandarin, saya pergi bersama mereka sebagai pemandu wisata. Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah Tembok Besar China.

 

Berbicara tentang career goals, apa yang ingin Anda capai?

Terlibat dalam produksi film Sci-fi Hollywood adalah satu hal yang ada dalam daftarku—dan kini telah tercapai. Sebagai aktor berarti saya dipilih untuk memainkan seorang karakter. Intinya, saya tidak dapat memilih seperti apa karakter yang akan dimainkan. Terlepas dari itu, saya berharap dapat menciptakan karakter yang dapat dikenang dan disukai penonton. Di masa depan, saya ingin terlibat dalam film yang berbeda, misalnya dalam film Christopher Nolan, ini salah satu mimpiku.

Apa cara terbaik (bagi fans) untuk mendapat perhatianmu di media sosial?

Kirimkan pesan atau tag saya. Sesibuk apapun, saya mencoba untuk membaca pesan-pesan yang saya dapat dari fans. Saya sangat berterima kasih atas doa dan dukungan yang mereka beri. Ini salah satu alasan utamaku melakukan hal yang saya lakukan sekarang. Tapi sesuatu yang lucu dan menarik akan lebih cepat menarik perhatianku. Saya juga kagum pada talenta orang-orang di luar sana, ketika mereka men-tag namaku dalam postingan karya seni mereka.

 

Apakah daftar ‘Bucket List’ Anda untuk tahun 2018?

Saya tidak yakin jika Anda memiliki hal lain dalam ‘bucket list’ setelah menjadi pilot Jaeger. Hmm, mungkin berenang dengan ikan hiu? Anda berada di dalam kurungan, dan memberi makan hiu yang berenang. Saya memiliki ketakutan tersendiri dengan hiu. Ketika masih kecil, pelatih renangku sering berkata jika saya tidak berenang dengan cepat, dia akan meminta ikan hiu untuk mengejarku. Saya harap pertemuan dengan mereka dapat membantuku mengalahkan salah satu ketakutan terbesar dalam hidupku…atau mungkin tidak.

 

5 fun fact tentang Wesley Wong.

  1. Saya mendapat sertifikat penyelam Scuba untuk sebuah peranku, menerbangkan pesawat dalam acara reality, dan menjadi pilot Jaeger untuk “Pacific Rim: Uprising”.
  2. Perutku sudah 6-pack sejak saya kecil, dan saya berencana menjaganya tetap seperti itu selama-lamanya.
  3. Saya menerima gelar pertamaku, Bachelor of Business Administration, dari USC. Gelar S2 (Master) dalam akting didapat dari Beijing Film Academy.
  4. Ketika pertama datang di Beijing, saya sama sekali tidak bisa bahasa Mandarin. Besar di Hong Kong, saya menggunakan bahasa Inggris dan Kanton (bukan Mandarin).
  5. Kini saya berbicara fasih dalam bahasa Inggris, Kanton dan Mandarin.
Wesley Wong

Load More Related Articles
Load More By DS
Load More In Home Featured

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

[FEATURE] 6 Aktor Dewasa Jepang Masih Langganan Peran Anak Sekolah

Dari segi usia, mereka tidak lagi termasuk dalam golongan anak-anak remaja. Namun, karena …