Home LAINNYA ASIA [THAILAND] Wawancara Lengkap Pear, Wanita yang mengaku kekasih Gelap Vic Zhou

[THAILAND] Wawancara Lengkap Pear, Wanita yang mengaku kekasih Gelap Vic Zhou

12 min read
0
0
224

Baru-baru industri hiburan Taiwan dan Thailand dihebohkan dengan pengakuan seorang wanita sebagai korban pemerkosaan dari aktor populer asal Taiwan, Vic Zhou. Kasus ini langsung menjadi perbincangan hangat diantara fans. Wanita itu bernama Pear, dan melalui channel TV Thailand, Ch2 ia mencoba mengungungkapkan pernyatannya secara terbuka tentang kisah cintanya bersama pemeran Hua Ze Lei ini. Mengapa kamu baru muncul sekarang? Banyak orang yang bertanya dan aku ingin mengatakan tentang hal ini. Bagaimana kamu bisa mengenal dia (Vic Zhou)? Aku mengenalnya dari seorang teman dan kami mulai sering mengobrol satu sama lain. Pada awalnya, kami hanya bicara kasual biasa dan hubungan kami mulai menjadi lebih intim. Aku mengenalnya dari seorang teman di Taiwan. Aku memiliki banyak keluarga disana. Mereka saling berteman dan Vic Zhou adalah teman salah satu seniorku. Apa yang kamu inginkan dengan pengakuan publik seperti ini? Hal yang ingin kuketahui adalah bagaimana orang-orang menanggapi situasi ini. Beberapa orang berkata ini benar dan yang lain tidak, jadi aku ingin menjawab apa yang dapat mengejutkan pikiran orang. Efek apa yang kamu dapatkan? Aku merasa sedikit tidak enak tapi tidak terlalu juga karena aku mengalaminya di masa lalu. Kamu bertemu dengannya di Taiwan atau Thailand? Di Taiwan. Apa yang kamu lakukan di Taiwan? Aku sering jalan-jalan kesana karena aku punya keluarga yang tinggal di sana. Mengapa kamu bisa bertemu dengan bintang Taiwan dengan begitu mudah? Ini seperti mereka-lah yang membuka kesempatan ini untukku. Saat kamu bertemu dengannya, bagaimana kalian bisa mulai berkencan? Sejujurnya, kami memulainya sebagai teman, dan hubungan kami menjadi lebih intim. Berapa tahun kalian berteman? kami berkencan selama 5 tahun dan berteman selama 2 tahun. Kami memulainya sejak tahun 2009. Apakah kamu sering berbincang dengannya sebagai teman atau hanya biasa saja? Kami jarang bertemu. Kami tidak terlalu sering ngobrol satu sama lain, tapi saat kami ngobrol, kami berbincang layaknya teman dekat meski kami dulu tidak sedekat itu. Jadi kamu merasa kalian berkencan diam-diam? Aku tidak bisa mengatakannya pada siapapun Apa temanmu tahu? Hanya beberapa Apakah kamu tidak kaget dia mengencanimu padahal dia adalah superstar asian? Tidak, aku tidak kaget Mengapa kamu tidak kaget? Karena aku tahu kepribadiannya. Ini seperti saat kamu sudah mengenal kepribadian seseorang, kamu akan menjadi lebih memahaminya. Bagaimana Kepribadiannya? Sejujurnya dia sedikit tertutup, tapi cukup banyak bicara juga. Berbeda dari apa yang kita lihat di TV. Kamu berkata dia mendekatimu lebih dulu. Apa yang membuat kamu berpikir dia ingin berpacaran denganmu? Tak lama setelah kami saling ngobrol satu sama lain, dan aku menyadari hal itu tapi ini sulit untuk dijelaskan. Apakah dia mengatakan padamu langsung atau hanya dalam pikiranmu saja? Bagaimana caranya aku mengungkapkan hal ini dengan kata-kata? Bagaimana dia bicara padamu? apakah kalian sering berkencan, atau apakah dia seorang pria yang suka berkata manis? Saat kami bertemu di sebuah ruang hotel. (tertawa). Jadi kami ngobrol. Lalu bagaimana kalian melanjutkan hubungan? Kami melanjutkan perbincangan melalui program chat. Selama 5 tahun? Kami bertemu kadang-kadang. Dimanapun dia bekerja, kalau dekat, kami akan bertemu satu sama lain. Seperti saat dia datang ke Thailand baru-baru ini. Kami bertemu. Apakah dia mengatakan padamu, mengapa ia menyukaimu? Aku tidak tahu. Aku tidak pernah bertanya. Apa yang aku ketahui hanyalah dia pernah berkata kalau dia bukan orang yang banyak bicara. Lebih seperti aku bukan seorang perayu. Aku orang yang tidak banyak bicara. Apakah kamu berpikir bahwa kamu adalah pacarnya? Bagaimana bisa? Orang asing dan orang Thailand susah untuk berkomunikasi Sikap apa yang ditunjukannya yang membuatmu berpikir bahwa kamu adalah pacarnya atau dia adalah pacarmu? Ya, seperti dia akan menyapaku setiap pagi. Saat dia akan pergi bekerja, dia akan bilang padaku. Atau saat dia merasa lelah. Selalu bertanya apa yang sedang aku lakukan. Itulah yang dilakukannya saat kami berpisah. Waktu kami bisa bertemu sangat sedikit. Apa yang kamu lakukan saat kamu di Taiwan bersama dengannya? apakah kamu ingin tahu lebih jauh? pertemuan kami tidak bisa di depan publik, jadi kami biasanya bertemu di sebuah kamar dan kami… ya kalian tau lah~ Apakah dia mengajakmu makan malam atau berjalan-jalan? Tidak, kami tidak bisa melakukan itu. Dia terkenal di negaranya Mengingat kembali pertemuanku dengannya di kamar, apakah kalian sepasang kekasih? Ya, kami tidur bersama dua kali sebelum itu. Kamu mengenal dia di tahun 2009, kapan kalian mulai berkencan? Ya, itu tahun 2012. antara 2011 dan 2012. Kapan kamu berkencan dengannya di sebuah kamar? Sejujurnya, kami sudah tidur bersama. (tersenyum) Bagaimana aku mengatakannya ya? kami melakukannya meski kami masih berteman. Sekitar akhir tahun 2011 dan awal tahun 2012 kami mulai berkencan. Bukankah di beberapa media, kamu berkata dia memperkosamu? Itu benar. Pertamanya, dia mulai memintaku untuk bertemu dengannya. Dia memberiku berbagai alasan. Saat aku masuk, dia memintaku untuk duduk di tepi kasur. Saat aku duduk dia memintaku untuk berbaring. Aku tidak mau berbaring selama 10 menit. Jadi dia pura-pura berbaring dan membuatku merasa malu. Setelah itu dia mulai menyentuh lenganku untuk membuatnya duduk disampingnya dan kemudian memaksaku. Itu perkosaan atau sebuah konsensual? Aku tidak mau tapi dia memaksa. Pada awalnya aku tidak mau melakukan apapun dengannya. Jadi kamu tidak memikirkan apapun saat sedang berduaan bersama seorang pria? Aku punya banyak teman pria jadi aku tidak memikirkan hal seperti itu. Jadi kamu ingin bilang, kalau dia memperkosa kamu tapi kamu bahkan tidak takut untuk bertemu dengan dia untuk kedua kalinya? Ya, kami melakukannya satu sama lain. Aku tipe orang yang berpikir aku sudah kehilangan diriku untuknya. Dan kami teman. Seperti saat pertama kali kami tidur bersama, kami tidak banyak bicara, tapi karena kami tinggal terpisah kami mulai banyak bicara. Hanya hal seperti “apa yang sedang kamu lakukan?”. Kedua kalinya tentunya menjadi lebih akrab dari yang pertama. Dia menipuku lagi untuk bisa bertemu dengannya. Kapan terakhir kali kamu bertemu dengannya? Aku bertemu dengannya di bulan Juni 2015 di Samui island. Dengar-dengar kamu keguguran. Apa kamu yakin itu anak dia? Dia satu-satunya orang yang berhubungan intim denganku sepanjang waktu ini. Kalian tidak menggunakan pelindung? Tidak. Terakhir kali kamu hamil saat di Samui? Ya, setelah itu dia meninggalkanku yang hamil dua bulan. Jadi kamu yakin itu anaknya? Hubungan intim terakhir kali yang aku lakukan adalah bersamanya karena aku tidak tidur dengan orang lain. Aku punya teman lelaki tapi tak satupun yang tidur denganku. Kamu memutuskan untuk menggugurkannya karena tekanan? Mengapa tidak kamu biarkan bayinya hidup dan melakukan tes DNA? Aku tidak menuntut apapun. Aku berkata yang sesungguhnya sekarang. Pada awalnya aku tidak mau melakukan ini tapi aku hanya ingin memberikan penjelasan. Aku hanya ingin mencoba untuk membuatnya muncul dan bicara tentang hal ini tapi dia tidak melakukannya. Jadi ini membuat situasi semakin memburuk. Bukankah kamu menuntut perhatian dari media Taiwan? Ya. Saat aku mengontak Apple Daily.  Mereka datang dan berbicara padaku dan mereka merilis beritanya dihari yang sama, 1 Januari. Apa tanggapan yang kamu dapat? Ini sedikit kejam. Memalukan Tampaknya ada cincin sebagai sebuah hadiah? Ya, dia memiliki cincin pasangannya juga mengapa dia memberimu sebuah cincin? Itu ulang tahunku. Pernahkan dia menggunakan cincin itu? *Mengangguk*   (AM) cr: sugar-daily

Load More Related Articles
Load More By AM
Load More In ASIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Ini Barisan Para Juri “The Voice” Musim Pertama Singapura dan Malaysia

Para superstar yang merangkap juri dan coach untuk  ajang menyanyi “The Voice” musim perta…