Home MANDARIN Perasaan Jackie Chan Setelah Peroleh Penghargaan Oscar

Perasaan Jackie Chan Setelah Peroleh Penghargaan Oscar

5 min read
0
0
810

Pada 12 November lalu, Jackie Chan meraih kehormatan dengan mendapatkan penghargaan Oscar dari Academy of Motion Picture Arts and Sciences di Los Angeles, yang membuatnya menjadi aktor Tiongkok pertama yang memenangkan penghargaan tersebut. Bintang film berusia 63 tahun tersebut membagi ceritanya dalam sebuah wawancara dengan media People’s Daily.

Saat ia berusia 22 tahun, ia pergi menuju Hollywood dengan harapan dapat menjadi seorang bintang internasional. Kemudian, ia menyadari bahwa itu tidaklah mungkin untuk mendapatkan kesuksesan disana jika menggunakan gaya yang sama dengan yang ia kembangkan di Hong Kong, seperti diberitakan dalam media online China Entertainment News.

“Di Amerika bahkan aku tidak dapat menawarkan sedikit nasehat. Mereka tidak akan mendengarkanmu. Aku bertarung dengan dedikasi, tetapi mereka tidak menyukainya… Aku mendesain banyak gerakan, contohnya seperti melompati meja. Tetapi mereka tidak menyukainya. Mereka berpikir bahwa aku seperti seekor monyet,” kata Jackie mengingat masa-masa awalnya di Hollywood. Dengan rasa percaya diri yang rendah, ia kembali ke Asia untuk mewujudkan mimpinya.

“Saat aku mulai syuting film di Amerika, orang-orang Amerika tidak peduli pada ideku, dan tidak satupun mendengarkan pendapatku. Saat aku menolak beberapa syarat mereka, karena aku tahu tidak satupun orang-orang di Hong Kong akan menonton film dengan pengambilan gambar yang mereka lakukan, mereka menjawab, ‘Tiongkok bukanlah pasar kami, lupakan saja Tiongkok’. Pada saat itu, aku berpikir, kau tidak bisa meremehkan masyarakat Tiongkok, bahkan jika Tiongkok bukanlah target pasarmu,” katanya mengingat masa lalu.

[Baca juga: Berawal Dari Rumah Sylvester Stallone, Mimpi Jackie Chan Raih Oscar Akhirnya Terwujud]

“Sekarang, mereka bertanya padaku apa yang masyarakat Tiongkok suka saksikan. Mereka perlu mempertimbangkan berbagai aspek dari Tiongkok karena Tiongkok kini telah semakin kuat, dan industri perfilmannya pun juga semakin kuat. Masyarakat Tiongkok telah menjadi kontributor besar dalam box office dunia. Aku merasa bangga akan hal ini. Hari dimana tidak seorangpun mendengarkan orang-orang Tiongkok telah berakhir,” kata Jackie Chan.

Di mata Jackie, ada beberapa perbedaan utama antara penonton Tiongkok dan Amerika saat itu berhubungan dengan film.

“Orang-orang Amerika menyukai pria kuat seperti Clint Eastwood yang dapat mengalahkan seseorang dengan sekali pukulan. Mereka pikir itu sangat jantan. Tetapi dalam film-filmku, setelah memukul seseorang, aku akan menarik pukulanku dan menghela nafas dikarenakan rasa sakit yang ada. Para penonton tidak dapat menerima hal ini karena mereka tidak akan menganggapmu sebagai seorang pahlawan. Film-film komedi mereka sangatlah lucu, tetapi tidak ada sesuatu yang bernama komedi aksi. Itu adalah dua dunia yang berbeda,” jelasnya.

Dengan pengertian yang mendalam mengenai perfilman di Amerika dan Tiongkok, Jackie berbagi pemikirannya mengenai globalisasi perfilman Tiongkok.

“Kami membutuhkan beberapa pengakuan internasional dalam hal film, lagu, serta para bintang… Butuh waktu untuk dapat bekerja dengan baik dan bagi para bintang bertumbuh. Tidak ada jalan pintas. Kami butuh untuk membuat karya yang tidak akan terpengaruh oleh jaman, seperti yang saat ini sedang aku lakukan. Seratus tahun kemudian, aku harap orang-orang mengatakan bahwa Tiongkok memiliki Bruce Lee, serta Jackie Chan. Itu saja sudah cukup,” kata Jackie.

(RN)

Banner Asian Grup 2

Load More Related Articles
Load More By RN
Load More In MANDARIN
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Target Generasi Milenial, Serial Hits “Meteor Garden 2018” Tayang di Netflix

Serial drama Taiwan, remake dari “Meteor Garden”—yang diproduksi di tahun 2001—telah tayan…