Home MANDARIN [ARTIKEL] Leo Ku Cerita Pengalaman Menegangkan ‘Penembakan Masal’ di Las Vegas

[ARTIKEL] Leo Ku Cerita Pengalaman Menegangkan ‘Penembakan Masal’ di Las Vegas

4 min read
0
0
556

Masyarakat dunia masih shock setelah penembakan masal yang terjadi di Las Vegas beberapa waktu lalu. Beberapa saksi mata telah buka mulut menceritakan cerita mereka. Penyanyi pop Hong Kong, Leo Ku termasuk salah satunya.

Pembantaian berdarah dingin tersebut terjadi selama konser musik Country “Route 91 Harvest” sedang berlangsung, paling sedikit 59 orang meninggal dan lebih dari 500 orang terluka.

Leo saat itu sedang bersama istrinya, Lorraine Chan, di hotel Bellagio – yang bertempat sekitar 2,6 kilometer dari tempat kejadian perkara di Mandalay Bay Resort. Leo, Lorraine dan teman-temannya bersembunyi di bawah meja kasino ketika mendengar suara tembakan. Ia mengungkapkan pengalamannya di sebuah stasiun radio Hong Kong pada hari Selasa (3/10).

Panik dan Bingung

Leo tidak punya ide darimana tembakan tersebut berasal, dan orang-orang disekitarnya berada dalam kondisi panik, berteriak dan berlari mencari perlindungan.

Pada hari Minggu (1/10) sekitar jam 10 malam, seorang penduduk lokal membuka tembakan kepada lebih dari 22 ribu orang yang menyaksikan festival musik Country dari lantai 32 di Mandalay Bay Resort and Casino.

Pria 64 tahun itu kabarnya membawa setidaknya 23 senjata, dua tripod, dan menembak dari dua jendela yang berbeda.

“Saya memeluk istriku di bawah meja, bingung apa yang harus kulakukan, tidak tahu dimana penembakan terjadi, dan apa yang akan terjadi selanjutnya,” ingat Leo.

Leo dan Lorraine ikut bingung di tengah kekacauan, sebelum memutuskan bersembunyi di bawah meja perjudian. Mereka dan sebuah keluarga dari Korea Selatan, kemudian pindah ke tangga di belakang bangunan – karena Bellagio telah mematikan seluruh lift – dan berpindah ke lantai yang lebih tinggi untuk mencari keamanan.

Karena bukan tamu hotel Bellagio, Leo dan Lorraine hanya dapat menunggu di lorong. Sepanjang malam, mereka yang terkena status lockdown hanya bisa menduga-duga karena jumlah korban tewas terus meningkat dalam laporan berita.

Niat Nostalgia bareng Istri

Setelah tim SWAT melakukan pencarian, penembak Stephen Paddock (64) ditemukan meninggal di kamarnya dengan sebab bunuh diri.

Ketika lockdown di non-aktifkan, Leo kembali ke hotelnya pada jam 5 pagi. Pria 45 tahun itu pun memberitahu keadaannya di Weibo.

“Saya ingin berterima kasih kepada Jenthew, Jason, dan tim keamanan hotel yang telah membantu kami. Saya juga ingin berterima kasih kepada keluarga Korea yang mengajak kami mencari tempat aman di hotel Bellagio, juga kepada staf yang membantu dengan memberi air minum dan handuk,” tulis Leo.

Last but not least, saya ingin berterima kasih kepada John dan istrinya yang mengijinkan kami menggunakan charger mereka ketika ponsel kami kehabisan baterai.”

Setelah kejadian penembakan, Leo mengaku sangat gugup dalam perjalanan ke hotelnya, dan tidak bisa tidur di kamarnya.

Setelah menyelesaikan konser “We” di San Francisco tanggal 30 September, Leo cuti beberapa hari untuk mengunjungi Nevada untuk mengenang pernikahannya dan Lorraine di tahun 2014.

Load More Related Articles
Load More By DS
Load More In MANDARIN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Jet Li Yakinkan Penggemar Dia Baik-baik Saja

Aktor terkenal Tiongkok dan seniman laga, Jet Li membuat dunia khawatir tentang kondisi ke…