Home Home Featured Interview Li Bingbing Tentang Film Hiu Purba “The Meg” dan Hollywood

Interview Li Bingbing Tentang Film Hiu Purba “The Meg” dan Hollywood

13 min read
0
0
246

Mirip dengan ‘saudara kembarnya’ Fan Bingbing, Li Bingbing termasuk dalam jejeran bintang film Tiongkok tersukses di generasinya—dan dia bukan pendatang baru di dunia perfilman Hollywood.

Dia membantu Milla Jovovich dalam pertarungan melawan zombie di film “Resident Evil”, dan bermain sebagai aktris pendukung di film Michael Bay “Transformers: Age of Extinction”, yang menghasilkan pendapatan senilai 1,1 miliar dolar Amerika.

Tetapi rilisan film baru Bingbing berikutnya—dimana dia beradu akting dengan aktor laga Jason Statham—film tentang hiu purba “The Meg” dapat disebut sebagai breakthrough (terobosan) paling berkesan di dunia Internasional.

Lahir di daerah terpencil di Tiongkok bagian utara, Bingbing belajar akting di Shanghai Theatre Academy. Aktris 45 tahun ini debut di tahun 1999, lewat film “Seventeen Years”, dimana sutradaranya (Zhang Yuan) menang penghargaan Sutradara Terbaik di Venice Film Festival. Penampilanya dalam serial TV “Young Justice Bao” di tahun 2001 mempopulerkan nama dan wajahnya di seluruh negara Tiongkok.

Keterlibatan Bingbing sebagai pahlawan wanita dalam film “The Meg” adalah pencapaian terbesarnya di dunia Hollywood hingga hari ini.

“The Meg” mengikuti cerita Jonas Taylor (Jason Statham) setelah dirinya berhasil lolos dari serangan hiu purba berukuran 70 kaki. Tanpa kredibilitas dan kehilangan segalanya, Jonas harus menghadapi rasa takutnya sendiri dan menyelamatkan penumpang yang terjebak di kapal selam—termasuk mantan istrinya, Zhang Suyin (Li Bingbing).

Poster Film “The Meg” (2018)

Diarahkan oleh Jon Turteltaub (Las Vegas, National Treasure), “The Meg” akan ditayangkan bersamaan di seluruh dunia pada tanggal 10 Agustus 2018.

Di bawah ini adalah wawancara bersama Li Bingbing tentang proses pembuatan “The Meg”, kolaborasi masa depan antara Tiongkok dan Hollwyood, dan pendapatnya tentang sebutan sebagai bintang tersukses Tiongkok selama 2 dekade.

Apa yang membuat Anda tertarik dengan karakter Zhang Suyin, dan apa alasanmu ikut ambil bagian?

Pertama kalinya di tahun 2015, mereka menghubungi saya tentang “The Meg”. Dan sebenarnya waktu itu, saya langsung menjawab tidak tanpa berpikir panjang. Karena ini film tentang hiu, pasti akan ada syuting di dalam air, dan saya tidak mau melakukannya. Masyarakat Tiongkok, anda mungkin tahu, percaya bahwa air dingin tidak bagus untuk kesehatan. Kami terbiasa mengkonsumsi minuman dan makanan hangat. Jadi saya menolak, saya tidak ingin menghabiskan waktu di dalam tangki atau air laut yang dingin. Namun mereka tidak berhenti menghubungi dan memintaku untuk mempertimbangkan tawaran mereka.

Sekitar dua minggu sebelum syuting dimulai, saya memutuskan untuk menerima tawaran. Meski tahu saya tidak punya banyak waktu untuk persiapan. Saya hanya punya waktu dua minggu untuk mempelajari naskah film, apalagi bahasa Inggris bukan bahasa ibuku. Saya menggunakan hari-hariku untuk berlatih dengan ketat dan keras. Ketika orang lain berlibur, bermain golf dan berpesta, saya berlatih di dalam kamar.

Li Bingbing bersama aktor-aktris pemain film “The Meg”.

Satu-satunya hal yang membantu adalah ketika kami syuting di New Zealand. Negara yang indah, penuh dengan tumbuhan hijau. Pergi jalan-jalan dan melihat hal-hal yang berwarna hijau membuatku tenang dan melupakan masalah. Sekarang saya merasa senang, karena saya rasa saya telah mencapai sesuatu yang patut dibanggakan. Kerjasama yang baik dengan tim—sutradara, Warner Bros. dan lawan mainku. Semua orang gembira tentang film “The Meg”.

 

Bisa cerita sedikit tentang kolaborasimu dengan Jason Statham.

Statham adalah pria yang hangat dan ramah. Di pertemuan pertama, saya takut karena saya pikir dia akan seperti seorang Jason Statham di film-filmnya. (Tertawa) Akan tetapi saat latihan bersama, menurutku, dia manis. Dia berulang kali berkata bahwa dia tidak mungkin bisa syuting dalam bahasa Mandarin.

Saya berkata padanya bahwa saya harus berlatih terus menerus karena bukan seorang pembicara dalam bahasa Inggris, dan saya khawatir akan membuatnya tidak sabar. Tapi sebaliknya, dia sangat mendukung.

 

Pada tahap karier mu yang sekarang, karakter seperti apa yang paling ingin Anda perankan?

Well, akting dapat dibilang bagus jika Anda dapat menampilkan berbagai macam emosi. Anda harus mengalaminya (emosi) dalam kehidupan nyata sebelum melakukan akting. Saya yakin dengan pengalaman hidup yang saya miliki, saya dapat mengerti dan memainkan karakter-karakter dengan lebih baik.

Saya ingin bermain dalam sebuah film indie (film independen). Saya tidak tahu pasti, tapi saya ingin memainkan karakter dengan cerita latar belakang yang dramatis. Tidak masalah jika dia tidak sempurna atau memiliki kekurangan, yang pasti seseorang dengan kepribadian yang menarik.

 

Anda adalah satu dari sedikit aktor yang telah bekerja di industri perfilman Tiongkok dan Hollywood. Apa saja kesan Anda dari dua industri film ini? Apa yang bisa mereka pelajari dari satu sama lain?

Industri film Hollywood memiliki sistem yang telah dirancang dengan baik, proses pembuatan film diatur sedemikian rupa agar efisien. Jadi mereka memiliki kelebihan di sisi profesionalitas. Tapi kini pasar film Tiongkok berkembang dengan pesat, bahkan di beberapa bulan terakhir, penghasilan Box Office kami melewati Amerika Serikat. Ini berarti akan tercipta lebih banyak kesempatan bagi para pembuat film dalam negeri. Setiap tahun, pasar film akan bertumbuh semakin besar. Setiap tahun, kami akan bekerjasama dengan Hollywood untuk membuat film yang lebih baik.

Salah satu contohnya, “The Meg”. Sektor internet di Tiongkok juga berkembang dengan sangat cepat. Saya rasa hal ini akan akan mengubah cara kita membuat film dari waktu ke waktu. Masyarakat Tiongkok dapat mengetahui informasi dan kultur luar negeri dengan instan—jadi saya yakin di masa depan akan muncul banyak film yang belum pernah kita lihat sebelumnya, cerita penggabungan kultur negara Barat dan Timur.

Anda termasuk salah satu aktris yang dianggap sebagai ikon fashion. Gaya busana apa yang menginspirasimu saat ini?

(Tertawa) Saya tidak melihat diriku sebagai ikon atau apapun. Sehubungan dengan gaya busana, saya memakai apapun yang nyaman. Jujur—Kaos biasa dan sepasang celana Yoga sudah cukup.

Saya juga menyukai kombinasi fashion dan kultur tradisional. Contohnya, saya baru saja bekerjasama dengan Imperial Palace di Beijing untuk sebuah produk tas. Saya ingin membantu lebih banyak orang untuk mengerti tentang kultur tradisional Tiongkok dan membawanya ke masa depan. Kami juga membantu para wanita yang menganggur dengan proyek tersebut, dengan menyumbangkan sebagian dari keuntungan kami kepada Yayasan Pengembangan Wanita di Tiongkok.

 

Bagaimana rasanya menjadi salah satu orang paling terkenal di negara dengan penduduk paling banyak di dunia, Tiongkok?

Saya rasa kita semua punya pilihan. Jika ingin hidup layaknya orang normal, Anda bisa. Jika ingin sembunyi, maka sembunyi lah. Selama 20 tahun terakhir, saya menghabiskan waktuku untuk bekerja. Tidak menikmati hidup, hanya berlatih dan bekerja. Saya tidak pernah makan di luar. Saya tidak tahu apakah ini kepribadianku atau bukan. Saya hanya merasa saya memiliki pekerjaan penting yang harus saya selesaikan. Saya telah belajar bahasa Inggris untuk waktu yang lama. Saya tipe orang dengan tingkat fokus yang tinggi.

Akan tetapi, saya harus meminta maaf pada diriku. Saya tidak memperhatikan hidupku dengan baik. Saya banyak memberi tekanan pada diri sendiri, dan selalu khawatir tentang bagus atau tidaknya usahaku di proyek berikutnya. Melihat keindahan alam di New Zealand kemarin banyak membantuku. Saat ini, saya akan terus bekerja keras, diimbangi dengan sedikit menikmati hidup. (Tertawa)

Watch more sunset than Netflix 😜😜 #Wednesday

Sebuah kiriman dibagikan oleh Li Bingbing 李冰冰 (@libingbing) pada

Load More Related Articles
Load More By DS
Load More In Home Featured
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Mayday Yakinkan Fans Tidak Akan Bubar?

Di tengah rumor bubarnya grup S.H.E, band rock Taiwan Mayday meyakinkan bahwa mereka ada d…