Home MANDARIN [FOCUS] Secuplik Cerita Perjalanan Karir G.E.M. Tang

[FOCUS] Secuplik Cerita Perjalanan Karir G.E.M. Tang

8 min read
0
0
293

Ketika menulis lagu pertamanya di usia 13 tahun, G.E.M. Tang (Gloria Tang) tidak tahu karirnya di dunia musik akan merubahnya menjadi salah satu penyanyi pop ternama.

Meskipun telah berhasil memenangkan suara jutaan fans di Tiongkok dan seluruh dunia, hatinya tetap berada di Hong Kong kemanapun dia pergi. “Hong Kong adalah kampung halamanku. Saya merasakan keamanan berada disana,” ucapnya, yang akan berusia 26 tanggal 16 Agustus ini.

G.E.M. singkatan dari ‘Get Everybody Moving”, adalah nama panggung yang memotivasi dirinya membuat musik sejak memulai karir profesional di usia 16 tahun. Sekitar 1 dekade kemudian, ia telah mencapai tujuan awal yang ditentukannya dulu.

Vokal kuat dan kemampuan menulis lagu telah mendatangkan pengakuan dari industri dan fans. G.E.M. memiliki  akun Weibo dengan 23 juta pengikut, ditambah 3 juta di Instagram dan 3 juta lain di Facebook.

 

 

Taylor Swift dari China

Tahun lalu, G.E.M. masuk dalam daftar ’30 under 30’ majalah Forbes di kategori musik – satu-satunya musisi dari Asia yang masuk di daftar tersebut. Akan tetapi, kesuksesannya di luar negeri, berbanding terbalik dengan pandangan media Hong Kong.

Media lokal mengejeknya dengan sebutan ‘Cosmic G.E.M.’ atas alasan penggantian fokus dari karir musik di Hong Kong ke Tiongkok, menyanyi lagu bahasa Mandarin dibandingkan bahasa ibunya (Kanton) untuk menembus pasar yang lebih besar.

Kritik ini memang membuat kesal, tapi wanita yang juga bernama Deng Ziqi ini tetap mengedepankan sikap yang positif, “Ada kalanya tempat ini (Hong Kong) membuatmu sakit hati. Tapi pada akhirnya, tempat yang sama membuatku merasa dicintai.”

Untuk konsernya di Hong Kong Coliseum, G.E.M. telah mengumpulkan lagu medley yang terdiri dari lagu-lagu pilihan fans, diantaranya lagu hit ‘Where Did U Go?’, ‘Someday I’ll Fly’, dan ‘Sleeping Beauty’ – lagu pertamanya yang ditulis ketika G.E.M. berusia 13 tahun.

Wanita penyandang julukan ‘Taylor Swift dari China’ ini akan menggelar tur “The Queen of Hearts World Tour”, yang akan bertempat di Hong Kong pada tanggal 16-17 September, dan berakhir 25 November 2017 di Zhengzhou, Tiongkok. Tur sebelumnya “X.X.X. Live” diadakan selama 2 tahun, terdiri dari 75 konser di seluruh dunia, termasuk Wembley Arena, London dan negara bagian Amerika Utara di tahun 2015.

 

 

Ungkapan Cinta di Usia Muda

Lahir di keluarga musisi, G.E.M. pindah ke Hong Kong di usia 4 tahun. Kemampuannya dalam bidang musik sudah kentara sejak usia muda. Ia ikut ambil bagian di kompetisi menyanyi sekolah secara rutin. Dan suatu ketika, bakatnya menangkap perhatian Tan Chang, pendiri dan CEO dari Hummingbird Music, label rekaman yang menaungi G.E.M. hingga saat ini.

G.E.M. pernah mengikuti pelatihan vokal di Hong Kong Academy for Performing Arts, namun DO (drop out) di tengah jalan demo karirnya sebagai penyanyi. Penampilannya dalam reality show “I Am a Singer” di tahun 2014 lah yang mempopulerkan namanya di seluruh Tiongkok. Ia menempati posisi runner-up pertama, dan lagu-lagunya dimainkan lebih dari 10 juta kali di platform musik KuGou.

Di atas panggung, G.E.M. tidak hanya bermodalkan suara tapi juga penguasaan panggung, dan kemampuan memainkan berbagai jenis alat musik. Di luar itu, ia sama seperti wanita 20-tahunan lain yang gemar tertawa, bermimpi tentang asmara, memasak dan menonton serial TV Amerika seperti “Gossip Girl”.

Karya pertamanya, ‘Sleeping Beauty’ – awalnya ditulis dalam bahasa Inggris – lahir dari mimpi G.E.M. tentang cinta di usia muda. Ia tidak bisa berhenti tertawa mengingat masa-masa innocent itu. “Dulu saya suka seorang pria… Saya rasa dirinya adalah pangeran berkuda putih, namun tidak mungkin saya berkencan dengannya. Jadi saya tidur, dan membayangkannya.”

I’m the sleeping beauty, sleeping for a hundred years. I’m the sleeping beauty waiting for you right here,” begitu sepenggal liriknya. Kemudian, lirik bahasa Inggris lagu ‘Sleeping Beauty’ diganti bahasa Kanton, sebelum masuk dalam album debut G.E.M.

 

Duka untuk Chester Bennington

G.E.M. percaya hanya masalah waktu saja sebelum lagu pop China – Cantopop atau Mandopop – akan menembus pasar luar negeri. Ia kini menyiapkan diri sebelum menjajaki panggung yang lebih besar dengan menggabungkan musik barat dengan timur.

Dia juga merasa percaya diri ‘menyuntikkan’ beberapa hal positif ke dunia musik pop, terutama setelah Chester Bennington, frontman band Linkin Park, meninggal bunuh diri. Linkin Park termasuk salah satu panutan G.E.M. dalam musik, di samping Coldplay, Muse, Christina Aguiler dan Beyoncé.

“Hatiku hancur,” ucapnya terkait mendiang Bennington. Dengan penampilannya, G.E.M berharap dapat memberi inspirasi kepada fans. “Banyak naik dan turun dalam hidup ini. Mungkin Anda tidak bisa merubah lingkungan di sekitar, namun Anda dapat merubah sikapmu (menghadapinya). Saya harap dapat memberikan jawaban yang positif untuk pertanyaan para fans.”

Load More Related Articles
Load More By DS
Load More In MANDARIN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Hannah Quinlivan Prioritaskan Pendidikan Putrinya

Aktris Taiwan, Hannah Quinlivan merespon rumor yang menyebutkan bahwa dirinya mendaftarkan…