Home Home Featured [FOCUS] Para Pemain ‘Journey to the West’ Bereuni dan Bernostalgia

[FOCUS] Para Pemain ‘Journey to the West’ Bereuni dan Bernostalgia

3 min read
0
0
339

Pada tanggal 2 Februari,pemain dari drama TV populer “Journey to the West” atau yang lebih akrab disebut “Sun Wu Kong” melakukan reuni di acara talent show Trump Card yang telah membangkitkan nostalgia di platform media sosial Tiongkok, termasuk Sina Weibo dan WeChat.
“aku tidak percaya banyak artis dari “Journey to the West” berdiri di panggung yang sama lagi, meski sutradara dan beberapa aktor telah meninggal dunia. Drama ini memiliki posisi yang tak tergantikan di masa kecilku,” kata pengguna Weibo, Xiao Heixiong.
“Bahkan sekarang, aku masih bisa mengingat setiap karakter dalam drama TV ini, saat aku menontonnya lebih dari lima kali ketika aku masih muda,” tambah pengguna WeChat lainnya, Ling Lingxu.


Bisa berkumpul kembali, para pemain yang hadir tampak terharu dan menangis di atas panggung. “aku selalu ingin mencari kesempatan untuk bertemu kembali dengan artis lain, tapi sulit untuk mencapai tujuan kecil itu. Sekarang inilah kesempatannya, dan aku sangat ingin mengungkapkan apresiasiku terhadap pertunjukan bakat tersebut,” kata aktor Zhang Jinlai, yang berperan sebagai Raja Monyet, yang dikenal dengan nama panggungnya Liu Xiao Ling Tong.
“Ketika kami memutar ulang beberapa adegan klasik, banyak penonton yang tergerak untuk menangis dan bertepuk tangan dengan segenap kekuatan mereka. Aku masih merasa bangga menjadi bagian dari drama tersebut,” kata Ma Dehua, aktor yang bermain Zhu Bajie di dalam drama.


Kisah Perjalanan fantasi “Journey to the West” ini diadaptasi dari novel klasik dengan judul yang sama. Sebagai salah satu dari empat literatur besar sastra Tionghoa, novel ini merupakan penghitungan ziarah yang sangat mengasyikkan yang dibuat pada masa Dinasti Tang (618-907) oleh biksu Buddha Xuanzang, saat ia melakukan perjalanan ke India untuk mencari kitab suci.
Bersama pangeran naga berbentuk kuda putih seperti kendaraannya, Xuanzang didampingi oleh tiga muridnya, “Raja Monyet” Sun Wukong, Zhu Bajie dan Sha Wujing melakukan perjalanan mencari kitab suci ke barat.
Serial ini pertama kali disiarkan di CCTV Tiongkok pada tanggal 1 Oktober 1986. Serial ini mampun membangkitkan drama serial mandarin termasuk di Indonesia dan masih menjadi interpretasi terbaik dan paling otentik dari novel ini.

Load More Related Articles
Load More By AM
Load More In Home Featured

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

[FOCUS] Wilber Pan Jatuh Sakit Lagi

Terlalu banyak bekerja mungkin membuat orang terlena dan melupakan kesehatan tubuh mereka.…