Home Home Featured [FOCUS] Berani, Juniel Angkat Tema Kekerasan Dalam Percintaan Dalam Lagu Barunya

[FOCUS] Berani, Juniel Angkat Tema Kekerasan Dalam Percintaan Dalam Lagu Barunya

6 min read
0
0
459

Tidak banyak lagu yang membicarakan tentang kasus yang sering terjadi di kehidupan nyata, apalagi merupakan pengalaman pribadi. Bicara tentang lagu baru Juniel yang belum lama dirilis, lagu ini memberikan membuka pandangan orang tentang kejadian kekerasan dalam percintaan. Mungkin ada banyak wanita yang menjadi korban dalam kasus seperti ini. Oleh karena itulah, Juniel menulis lagu ini dan menceritakan pengalaman pahitnya.

Juniel, penyanyi solo berwajah imut dan juga bersuara merdu, baru-baru ini membagikan pemikiran jujurnya tentang kekerasan dalam percintaan, yang merupakan topik utama dari lagu terbarunya yang berjudul “Last Carnival.” “Last Carnival” adalah sebuah lagu yang ditulis Juniel untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah ini. Juniel sebelumnya mengungkapkan bahwa dia pernah mengalami pengalaman serupa pada dahulu kala dan bahwa dia ingin menyadarkan orang-orang tentang bahayanya kekerasan dalam percintaan. Lirik ini merefleksikan pengalamannya sendiri. “Pecahan lampu dan rambut berwarna merah. Di dalamnya, Aku tumbuh dalam hitam. Kisah cinta ternoda bekas luka di mataku, di tubuhku, di hatiku,” isi dari lirik lagunya.

Juniel mengatakan bahwa dia memiliki sedikit masalah dalam menjalani kehidupannya sehari-hari, namun dia masih memiliki beberapa trauma yang tersisa. “Orang-orang di sekitarku mencoba membantu. Aku langsung meringkuk kapanpun pacarku mulai melakukan kekerasan atau marah, jadi mereka cenderung lebih berhati-hati,” jelasnya. Ketika dia bertemu dengan seorang pria yang berbicara kasar, dia tidak bisa melihatnya dengan cara yang romantis.

Dikritik Kaum Laki-Laki

Ketika Juniel pertama kali merilis “Last Carnival,” ternyata Juniel harus melalui beberapa komentar pedas yang ditulis oleh laki-laki. Mereka berpendapat bahwa dia dengan sengaja mengemukakan masalah kekerasan dalam percintaan untuk mengutuk semua pria. Ketika ditanya apakah komentar tersebut pernah menyakitinya, Juniel menjawab bahwa dia sama sekali tidak peduli. “Ada banyak korban yang masih bersembunyi. Aku pikir akan lebih baik jika ceritaku meningkatkan kesadaran dan orang-orang menganggap [kekerasan dalam percintaan] sebagai masalah sosial yang serius,” katanya.

“Aku menjadi lebih kuat secara emosional, ketika aku menghabiskan waktu sendiri. Aku sudah yakin sebelumnya bahwa aku akan diserang oleh komentar jahat tersebut, jadi aku sama sekali tidak tersakiti sama sekali,” tambahnya. Penyanyi tersebut juga memperjelas bahwa dia tidak ingin kekerasan dalam percintaan menjadi topik perdebatan antara pria dan wanita. Sebenarnya, dia menggunakan kata “korban” daripada “wanita” dalam liriknya.

Ungkap Berbagai Tema Cinta

Tidak seperti “Last Carnival” yang menyakitkan, lagu baru lain Juniel yang berjudul “Letter” berbicara tentang cinta yang pahit. Seperti judulnya, liriknya tertulis seolah-olah dia sedang menulis surat kepada seseorang yang dicintai.

“Aku menyanyikan ini banyak di depan fans sebagai lagu yang belum pernah dirilis saat busking,” kata Juniel. “Ini adalah lagu yang aku tulis untuk seseorang yang mencintaiku. Dia sangat baik padaku. Aku pikir dia akan tahu bahwa ini adalah lagu tentang dirinya saat dia mendengar lagunya,” lanjutnya.

Hanya butuh waktu 30 menit bagi Juniel untuk menulis liriknya, tapi dia mengungkapkan bahwa dia sering menangis saat dia menulisnya. “Apakah aku ingin dia mendengarkan lagunya? Setengah dariku menginginkan itu, tapi separuh lainnya berharap tidak,” tambah Juniel.

Sementara itu “Merry-Go-Round,” adalah sebuah lagu yang menarik perhatian dengan melodi dan lirik sedihnya yang indah, menceritakan sebuah cerita yang dibuat sendiri oleh Juniel. Seseorang yang selalu mencurahkan perhatiannya ketika jatuh cinta, memutuskan untuk tidak melakukannya lagi, tapi orang lain yang tidak pernah memiliki hubungan serius jatuh cinta padanya. Juniel menjelaskan, “Aku ingin mengatakan bahwa peran dalam sebuah hubungan dapat dibatalkan kapan saja.”

Lagu terakhir di albumnya berjudul “Song For You”, ini adalah lagu yang didedikasikan untuk penggemar Juniel. “Setelah menghabiskan waktu selama ini, aku berterima kasih kepada mereka dan aku pikir kami sudah benar-benar terbiasa satu sama lain,” katanya. Meskipun perubahan tak terelakkan dengan berlalunya waktu, dia mengungkapkan bahwa dia menulis lagu ini berharap mereka akan tetap berada di sisinya selama mungkin. “Aku menjadi sangat dekat dengan fans karena aku banyak mengamen. Aku selalu berterima kasih kepada mereka,” tambahnya.

Load More Related Articles
Load More By AM
Load More In Home Featured

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

B.A.P Comeback Bulan Depan

Sebuah laporan eksklusif pada 22 November mengklaim bahwa B.A.P akan melakukan comeback bu…